“Mereka datang membawa luka batin, mereka
tidak tahu apa yang membuat mereka berada disana”
Rencana Indah
bagi Anak-anak
Ketika mereka tahu keberadaan kami di panti
mereka, anak-anak yang jumlahnya belasan itu langsung masuk kedalam ruangan
tamu dan memberi salam sambil berjabatan salam dengan anggota kami. Ssuasana
bertambah riuh dan riang oleh celotehan anak-anak panti yang ingin mengajak
berkenalan setiap orang yang datang dip anti asuhan tersebut.
Saling
Mengasihi
Panti yang bersih dan selalu terawat ini selalu
menampung anak-anak terlantar maupun anak yatim piatu. Maksudnya agar anak-anak
itu dapat berkembang menjadi manusia berkepribadian, beriman, mandiri dan
terampil. Panti ini selalu terbuka menerima anak-anak dengan latar belakang
budaya, social, rasa tau agama yang berbeda-beda, dengan berbagai macam budaya
anak belajar mengenal satu sama lain. Beberapa dari mereka berasal dari Kalimantan,
Solo, dan Semarang.
Anak-anak penghuni panti berusia sekitar 6 sampai
16 tahun. Yang masih TK atau SD memiliki kakak pendamping yang membimbing dan
mengawasi seperti layaknya kakak-adik. Kemudian mereka bersekolah di Panti
Asuhan tersebut, karena Panti itu berada di bawah suatu Yayasan Katholik.
Kegiatan-kegiatan anak-anak dipanti dimulai dari
bangun pagi, mengikuti misa harian, belajar di sekolah, bermain, olahraga dan
rekreasi. Untuk menambah kreativitas dan keterampilan mereka, pihak panti mengadakan
suatu kegiatan semacam “ekstrakurikuler” setiap sorenya. Ekstrakurikuler nya
seperti menari, Paduan Suara, basket, sepak bola dan bermain alat musik.
Pendalam iman juga dalam bentuk rekoleksi, retreat dan doa Rosario.
Campur
Tangan Suster
Perkembangan anak-anak panti tidak terlepas dari
campur tangan suster dan ibu pengasuh atau Pembina. Mereka rela meluangkan
waktu demi mengabdi kepada anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dari
keluarganya. Sampai sekarang bahkan ada yang mengenal orang tuanya tetapi dia
tidak mau mengakui keberadaanya karena sejak dia kecil dia sudah dititipkan
dipanti asuhan, nah disinilah peran para suster dan pendamping untuk
menyembuhkan luka di hati tiap anak-anak. Mereka mengakui mendidik
anak-anak
itu tidak mudah.
(Merry)
Semoga kebaikan merry dapat menginspirasi temanteman 😊
BalasHapusSemoga kebaikan merry dapat menginspirasi temanteman 😊
BalasHapusNice article. Keep writing
BalasHapusNice article. Keep writing
BalasHapusImmanuel
BalasHapustetap bersyukur kamu lebih beruntung dari mereka, Tuhan memberkati
BalasHapussepantasnya kita juga lebih bersyukur bukan banyak mengeluh
BalasHapus