Sabtu, 28 November 2015

Sudahkah kamu berbuat kebaikan hari ini?


“Keep my Finger Cross”

“Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamtkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni”(Yakobus 5:15)
Hallo Youth,

udah lihat kan judul post aku hari ini? "Sudahkah kamu berbuat kebaikan hari ini?" 
ehm sudah apa belum hayo? Kebaikan gak selalu dilakukan dengan cara yang berlebihan dan sulit, lakukan saja hal yang simpel seperti memberikan senyuman atau raut wajah yang menyenangkan jika kita berpapasan dengan orang lain, itu kita sudah berbagi sukacita dengan orang lain. Dengan kata lain kita sudah berbagi kebaikan. Jika ada teman kita yang berduka, hendaknya kita menghibur dia, membantu memberikan solusi yang baik buat dia; Atau bisa juga membantu teman kita dengan mendoakannya, seperti apa yang sudah saya dan teman-teman lakukan ini.

Mendoakan orang yang sakit itu wajib bagi kita orang-orang beriman dan anak-anak Kristus. Dimulai dari teman-teman kita yang seiman pastinya. Kami melakukan suatu proyek berpelayanan kepada teman-teman seiman dan kebetulan teman kami seiman sedang berbaring sakit dan akhir-akhir ini dia jarang masuk kuliah.
        Pada Kamis, 1 Oktober 2015 lalu pukul 11 kami mengunjungi rumah saudara seiman kami Frischa Ayu Melinda Putri. Setiba nya kami di rumah Frischa, kami disambut hangat oleh keluarga nya yang sudah menunggu kedatangan kami untuk membesuk Frischa. Kami pun berbincang-bincang dan tanpa menyinggung perasaan dia kami menanyakan penyakit apa yang dideritanya. Frischa mengalami gangguan pada system pencernaanya dikarenakan Tifus dan gangguan lambung, penyakit yang dideritanya itu sudah sejak dia SMA dan berkelanjutan hingga saat ini. Dia kerap di opname di Rumah Sakit, hal ini yang mengganggu kuliahnya. Karena penyakitnya, Frischa memiliki banyak pantangan dalam mengkonsumsi sesuatu dan sekarang terlihat jelas di postur tubuhnya yang sudah semakin kecil kurus.


        Kami pun mendoakan Frischa agar cepat pulih dari penyakitnya dan diberi kesehatan serta kelancaran agar dapat mengikuti perkuliahan dengan lancer. Tak lupa juga mendoakan orang tuanya yang selalu menjaga dan merawat Frischa sejak saat dia sakit, dari biaya yang dikeluarkan yang tentu jumlahnya tidak sedikit tapi demi anak yang dikasihinya yang paling penting adalah kesembuhan anak nyaa. Puji Tuhan sekarang Frisca sudah semakin pulih kesehatannya dan bisa bersama-sama dengan kami teman-temannya mengikuti perkuliahan lagi seperti biasanya, Semangat, Tuhan Yesus memberkati^^

“akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan” (Lukas 9:11)



Rencana Indah bagi Anak-anak

“Mereka datang membawa luka batin, mereka tidak tahu apa yang membuat mereka berada disana”

Rencana Indah
bagi Anak-anak
S
Edikit kearah barat menuju Ungaran lah dimana panti asuhan ini berada. Panti Asuhan ini bernama Panti Asuhan St. Thomas Ungaran. Kelihatannya penghuni panti tidak terlalu banyak. Beberapa anak-anak dari usia TK-SD yang lucu-lucunya tampak bermain di halaman panti. Sementara sejumlah anak yang lebih besar tengah berlatih Paduan Suara. Sebagian lagi membantu adik-adiknya berganti pakaian setelah mandi dan menyisir rambut adik-adik nya yang masih sulit untuk menata dirinya sendiri.
Ketika mereka tahu keberadaan kami di panti mereka, anak-anak yang jumlahnya belasan itu langsung masuk kedalam ruangan tamu dan memberi salam sambil berjabatan salam dengan anggota kami. Ssuasana bertambah riuh dan riang oleh celotehan anak-anak panti yang ingin mengajak berkenalan setiap orang yang datang dip anti asuhan tersebut.


Saling Mengasihi
Panti yang bersih dan selalu terawat ini selalu menampung anak-anak terlantar maupun anak yatim piatu. Maksudnya agar anak-anak itu dapat berkembang menjadi manusia berkepribadian, beriman, mandiri dan terampil. Panti ini selalu terbuka menerima anak-anak dengan latar belakang budaya, social, rasa tau agama yang berbeda-beda, dengan berbagai macam budaya anak belajar mengenal satu sama lain. Beberapa dari mereka berasal dari Kalimantan, Solo, dan Semarang.
Anak-anak penghuni panti berusia sekitar 6 sampai 16 tahun. Yang masih TK atau SD memiliki kakak pendamping yang membimbing dan mengawasi seperti layaknya kakak-adik. Kemudian mereka bersekolah di Panti Asuhan tersebut, karena Panti itu berada di bawah suatu Yayasan Katholik.
Kegiatan-kegiatan anak-anak dipanti dimulai dari bangun pagi, mengikuti misa harian, belajar di sekolah, bermain, olahraga dan rekreasi. Untuk menambah kreativitas dan keterampilan mereka, pihak panti mengadakan suatu kegiatan semacam “ekstrakurikuler” setiap sorenya. Ekstrakurikuler nya seperti menari, Paduan Suara, basket, sepak bola dan bermain alat musik. Pendalam iman juga dalam bentuk rekoleksi, retreat dan doa Rosario.

Campur Tangan Suster
Perkembangan anak-anak panti tidak terlepas dari campur tangan suster dan ibu pengasuh atau Pembina. Mereka rela meluangkan waktu demi mengabdi kepada anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dari keluarganya. Sampai sekarang bahkan ada yang mengenal orang tuanya tetapi dia tidak mau mengakui keberadaanya karena sejak dia kecil dia sudah dititipkan dipanti asuhan, nah disinilah peran para suster dan pendamping untuk menyembuhkan luka di hati tiap anak-anak. Mereka mengakui mendidik
anak-anak itu tidak mudah.
Tapi, demi perkembangan dan masa depan anak, khususnya anak Panti Asuhan St. Thomas, suster dan para pengasuh tetap bersemangat membimbing dan mendampingi anak-anak. Mereka mencintainya bagaikan anak kandung, mau mendengarkan mereka yang sedang bergembira atau bersedih hati. Tak pernah terpikirkan sedikit pun menyia-nyiakan mereka karena Tuhan pasti mempunyai rencana indah bagi setiap kehidupan anak-anak ini.


(Merry)

Jumat, 27 November 2015

Is The best and Priority

“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinyaa, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26)
Mungkin banyak yang menganggap aneh dari ayat ini. Kenapa malah kita diajarkan untuk membenci orang tua, berarti dia anak durhaka? Kenapa kita malah disuruh membenci saudara kita, kita kan makhluk social pasti membutuhkan orang lain bukan malah dibenci?
Nhah, saya berkonsultasi dengan guru agama SMA saya (Ibu Roesmaida) beliau berpendapat bahwa Tuhan Yesus itu lah yang utama, Tuhan Yesus itu “Is The best” dalam hidup kita dan firman-Nya itu yang menjadi dasar hidup kita orang Kristiani.
Saya pun mulai berpendapat, Tuhan Yesus “Is The best” dalam hidup saya, dia selalu totalitas yang berarti dia selalu memberi yang terbaik untuk umat manusia. Demikian juga manusia(saya), karena Tuhan Yesus terlebih dahulu mengasihi saya. Saat kita menempatkan Yesus “Is The Best” di dalam hidup saya, berarti ada prioritas dan ada yang kedua, ketiga dan seterusnya. Apakah itu keluarga/orang tua, pribadi, pekerjaan atau kepentingan-kepentingan yang lain?  tetapi yang utama ada Tuhan Yesus. Jangan pernah menggeser posisi Tuhan Yesus. Kasih mu kepada orang tua mu, jangan pernah melebihi kasih mu kepada Yesus.

 Kasih kita kepada orang tua, apakah itu tidak penting?
  •    Tentu itu penting , tetapi Tuhan yang menciptakan dan memberi orang tua kepada kita dan Tuhan memberi kan tugas kepada orang Tua untuk menjaga kita, menuntun dan membimbing kita di dunia. Semua itu Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang campur tangan tetapi melewati orang tua kita sekarang.

Contoh nya : adakala orang tua berkata, “gak usah lah ikut pelayanan dulu, minggu gini mending kita pergi belanja, pergi jalan-jalan aja kalo gak tidur aja istirahat dirumah.”
Apa yang akan kalian pilih? Beranilah menolak dengan baik dan berilah penjelasan.
Lakukan dulu bagian mu untuk berpelayanan selagi kita juga mampu melayani Tuhan, selain itu karena kita juga sudah menempatkan Tuhan Yesus sebagai prioritas/ yang utama di dalam hidup kita.
Jadi, standart kasih kita itu “Is The best” kepada Tuhan Yesus.

 Gusti Berkahi

(Merry)

berbuat baik? take it easy!

Bagaimana kita mendamaikan dunia sebagaimana status kita di dunia adalah orang ber-agama?

Orang yang ber-agama itu tidak kacau, definisi agama itu adalah hidup kita tidak kacau. Berarti orang ber-agama benar-benar mengikuti ajaran agama nya masing-masing dengan baik, dengan kata lain jika dia tertib dalam melakukan ajaran agama nya pasti hidup nya juga akan menjadi damai dan membawa damai di sekitarnya, meskipun berbagai macam kepercayaan dan agama di sekitarnya.
Membawai damai tidak lah sulit untuk dilakukan, membawa damai dapat dilakukan dengan kita berbagi dengan sesama kita tanpa memandang siapa orang yang kita tolong. Menolong orang lain tidak akan membawa rugi bagi kita sendiri, justru kita akan semakin menjadi kaya, dalam iman tentu saja dan kebaikan yang kita lakukan akan berbuah suatu saat nanti.

Seperti hal nya suatu ayat  “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9)

Yang harusnya tertanam di hidup kita adalah “Roh Kebaikan”
Itu artinya menabur kebaikan  seharusnya menjadi karakter  yang dimiliki oleh setiap orang percaya. Terkadang perbuatan itu sulit untuk dilakukan, dengan alasan kita tidak mengenal orang tersebut. Tapi dengan penanaman yang menjadikan karakter kita ini, kita dapat menanamkan prinsip berbuat baik dengan siapapun orangnya dan dimanapun tempatnya. Tetapi hikmat dari Tuhan dan agama yang kita anut juga akan menolong kita untuk peka dan bijak dalam menabur kebaikan kepada orang yang memang membutuhkan pertolongan kita. Jangan pernah jemu & pandang bulu untuk berbuat baik.
(Merry)