Jumat, 27 November 2015

Is The best and Priority

“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinyaa, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26)
Mungkin banyak yang menganggap aneh dari ayat ini. Kenapa malah kita diajarkan untuk membenci orang tua, berarti dia anak durhaka? Kenapa kita malah disuruh membenci saudara kita, kita kan makhluk social pasti membutuhkan orang lain bukan malah dibenci?
Nhah, saya berkonsultasi dengan guru agama SMA saya (Ibu Roesmaida) beliau berpendapat bahwa Tuhan Yesus itu lah yang utama, Tuhan Yesus itu “Is The best” dalam hidup kita dan firman-Nya itu yang menjadi dasar hidup kita orang Kristiani.
Saya pun mulai berpendapat, Tuhan Yesus “Is The best” dalam hidup saya, dia selalu totalitas yang berarti dia selalu memberi yang terbaik untuk umat manusia. Demikian juga manusia(saya), karena Tuhan Yesus terlebih dahulu mengasihi saya. Saat kita menempatkan Yesus “Is The Best” di dalam hidup saya, berarti ada prioritas dan ada yang kedua, ketiga dan seterusnya. Apakah itu keluarga/orang tua, pribadi, pekerjaan atau kepentingan-kepentingan yang lain?  tetapi yang utama ada Tuhan Yesus. Jangan pernah menggeser posisi Tuhan Yesus. Kasih mu kepada orang tua mu, jangan pernah melebihi kasih mu kepada Yesus.

 Kasih kita kepada orang tua, apakah itu tidak penting?
  •    Tentu itu penting , tetapi Tuhan yang menciptakan dan memberi orang tua kepada kita dan Tuhan memberi kan tugas kepada orang Tua untuk menjaga kita, menuntun dan membimbing kita di dunia. Semua itu Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang campur tangan tetapi melewati orang tua kita sekarang.

Contoh nya : adakala orang tua berkata, “gak usah lah ikut pelayanan dulu, minggu gini mending kita pergi belanja, pergi jalan-jalan aja kalo gak tidur aja istirahat dirumah.”
Apa yang akan kalian pilih? Beranilah menolak dengan baik dan berilah penjelasan.
Lakukan dulu bagian mu untuk berpelayanan selagi kita juga mampu melayani Tuhan, selain itu karena kita juga sudah menempatkan Tuhan Yesus sebagai prioritas/ yang utama di dalam hidup kita.
Jadi, standart kasih kita itu “Is The best” kepada Tuhan Yesus.

 Gusti Berkahi

(Merry)

berbuat baik? take it easy!

Bagaimana kita mendamaikan dunia sebagaimana status kita di dunia adalah orang ber-agama?

Orang yang ber-agama itu tidak kacau, definisi agama itu adalah hidup kita tidak kacau. Berarti orang ber-agama benar-benar mengikuti ajaran agama nya masing-masing dengan baik, dengan kata lain jika dia tertib dalam melakukan ajaran agama nya pasti hidup nya juga akan menjadi damai dan membawa damai di sekitarnya, meskipun berbagai macam kepercayaan dan agama di sekitarnya.
Membawai damai tidak lah sulit untuk dilakukan, membawa damai dapat dilakukan dengan kita berbagi dengan sesama kita tanpa memandang siapa orang yang kita tolong. Menolong orang lain tidak akan membawa rugi bagi kita sendiri, justru kita akan semakin menjadi kaya, dalam iman tentu saja dan kebaikan yang kita lakukan akan berbuah suatu saat nanti.

Seperti hal nya suatu ayat  “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9)

Yang harusnya tertanam di hidup kita adalah “Roh Kebaikan”
Itu artinya menabur kebaikan  seharusnya menjadi karakter  yang dimiliki oleh setiap orang percaya. Terkadang perbuatan itu sulit untuk dilakukan, dengan alasan kita tidak mengenal orang tersebut. Tapi dengan penanaman yang menjadikan karakter kita ini, kita dapat menanamkan prinsip berbuat baik dengan siapapun orangnya dan dimanapun tempatnya. Tetapi hikmat dari Tuhan dan agama yang kita anut juga akan menolong kita untuk peka dan bijak dalam menabur kebaikan kepada orang yang memang membutuhkan pertolongan kita. Jangan pernah jemu & pandang bulu untuk berbuat baik.
(Merry)