“Jikalau seorang datang kepada-Ku
dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinyaa, anak-anaknya,
saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak
dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26)
Mungkin banyak
yang menganggap aneh dari ayat ini. Kenapa malah kita diajarkan untuk membenci
orang tua, berarti dia anak durhaka? Kenapa kita malah disuruh membenci saudara
kita, kita kan makhluk social pasti membutuhkan orang lain bukan malah dibenci?
Nhah, saya berkonsultasi
dengan guru agama SMA saya (Ibu Roesmaida) beliau berpendapat bahwa Tuhan Yesus
itu lah yang utama, Tuhan Yesus itu “Is The best” dalam hidup kita dan
firman-Nya itu yang menjadi dasar hidup kita orang Kristiani.
Saya pun
mulai berpendapat, Tuhan Yesus “Is The best” dalam hidup saya, dia selalu
totalitas yang berarti dia selalu memberi yang terbaik untuk umat manusia. Demikian
juga manusia(saya), karena Tuhan Yesus terlebih dahulu mengasihi saya. Saat kita
menempatkan Yesus “Is The Best” di dalam hidup saya, berarti ada prioritas dan
ada yang kedua, ketiga dan seterusnya. Apakah itu keluarga/orang tua, pribadi,
pekerjaan atau kepentingan-kepentingan yang lain? tetapi yang utama ada Tuhan Yesus. Jangan
pernah menggeser posisi Tuhan Yesus. Kasih mu kepada orang tua mu, jangan
pernah melebihi kasih mu kepada Yesus.
Kasih kita kepada orang tua, apakah itu tidak
penting?
- Tentu itu penting , tetapi Tuhan yang menciptakan dan memberi orang tua kepada kita dan Tuhan memberi kan tugas kepada orang Tua untuk menjaga kita, menuntun dan membimbing kita di dunia. Semua itu Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang campur tangan tetapi melewati orang tua kita sekarang.
Contoh nya
: adakala orang tua berkata, “gak usah lah ikut pelayanan dulu, minggu gini
mending kita pergi belanja, pergi jalan-jalan aja kalo gak tidur aja istirahat
dirumah.”
Apa yang
akan kalian pilih? Beranilah menolak dengan baik dan berilah penjelasan.
Lakukan
dulu bagian mu untuk berpelayanan selagi kita juga mampu melayani Tuhan, selain
itu karena kita juga sudah menempatkan Tuhan Yesus sebagai prioritas/ yang
utama di dalam hidup kita.
Jadi,
standart kasih kita itu “Is The best” kepada Tuhan Yesus.
Gusti Berkahi
(Merry)